RSS
Container Icon

Say "Hello"

                                                                                                                                                                                                   
           اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Setelah sekian lama fakum akhirnya terbesit ingin ngepost lagi heheh...mungkin karena terlalu sibuk dengan skripsi sampai lupa bahwa saya punya blog. Maklum skripsi saya agak sedikit bermasalah. Bayangkan aja, perkiraan untuk lulus 3 tahun setengah eh malah jadi 4 tahun. awalnya terbayang seneng sekali jika lulus 3 tahun setengah namun Alloh berkesendak lain. tapi tak mengapa toh akhirnya lulus juga alhamdulillah. cukup sampai disitu kita bahas tentang skripsi yah ukhti hehehe. saya ingin berbagi pengalaman sedikit tentang kisah tentang masa depan seorang gadis. awal kisah bermula. 

"MASA DEPAN KARUNIA ALLAH"

Suasana pagi ini cerah sekali. matahari bersinar dengan terang dan udara sejuk terasa sekali karena memang suasana pagi ini jauh dari perkotaan. samping kanan dan kiri tertanam beberapa pohon buahan. jika suatu waktu berbuah maka akan langsung dijual. terbayang betapa segar buahnya ketika dikonsumsi apalagi ketika baru dipanen. tak jauh dari salah satu pohon tersebut, seorang gadis sedang asyik menikmati buah terap khas kalimantan utara. kebiasaan gadis tersebut sedikit berbeda dengan teman sebayanya. ia selalu bertengger diatas dahan pohon sambil menikmati buahan yang telah ia bawa. 
"mhisa,,, ayoo makan siang dulu nak". teriakan ibunya sedikit ia dengar namun tak ia gubris karena asyik menikmati buah terap. 
"mhisa,,, mhisa,,, kamu dimana nak?". teriakan kedua kali ibunya membuatnya sedikit tersendak. 
"Uhukkk,, uhukkk,,". suara tersebut mengagetkan ibu mhisa. sambil mencari sumber suara tadi ia tengok kanan-kiri atas-bawah. 
"Ya Alloh nak, sedang apa kamu diatas? ayo lekas turun ntar kamu jatuh nak". kata ibunya. 
mhisa bergegas turun dengan cara melompat dari atas dahan karena tak ingin suara lengkingan ibunya yang sangat keras itu memanggilnya lagi. 
"Iya mak, maafkan mhisa yahh? tapi lain kali emak kalo manggil jangan terlalu keras suaranya malu dengan tetangga". katanya sambil berlalu menuju rumah yang tak jauh dari tempat ia nongkrong tadi. 
"baiklah nak, ibu usahakan heheheh". sahut ibunya. 


sesampainya didapur, dibukanya tongko nasi dan lihatnya beberapa potong tahu goreng dan sambel serta tumisan kangsung makanan kesukaan. dalam kejap dilahapnya masakan ibunya yang enak tiada duanya. 

(Break dlu yah ntar dilanjut.)




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penyemangat

Tanpamu semua terasa hambar zaujhi
Jadikan aku wanita dunia akhiratmu
Mengarungi bahtera rumah tangga bersama
#satu dihati @mhisyariselamanya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ketika adam, hawa dan iblis diturunkan dr surga

{فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (37)

Ulasan surat al baqoroh 37

Ketika adam terbujuk rayu oleh iblis, oleh itu Allah menanggalkan pakaian mereka, sehingga d3ngan fitrahnya manusia mereka malu dan menutup dengan daun

Dan akhirnya adam juga memohon taubat "rabbanaa zholamna anfusanaa, fa illam taghfirlanaa watarhamna lana kuunanna minazhzholimin.

Kalimatin disitu banyak penafsirannya

1. Apakah kalimat kalimat haji

2. Atau doa yg tersebut

Wallahu 'alam bish showab



قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (38)} [البقرة : 37-38]

Ayat ke 38

1. Kenapa pake kata ya pada hudaya kenapa tidak pakai dhomir y sukun atau i hudii (karena untuk kata ganti kepemilikan) sedangkan ni itu untuk objek. Jadi hudaya atau petunjuk yang memiliki hanya Allah saja.

2. Ihbithu Kata-kata perintah itu ditujukan untuk adam, istrinya dan iblis. Jadi disurganya setelah diturunkan mereka maka surga telah kosong dr makhluknya. Dan nanti yg kembali kepada surga hanya hamba Allah yang beriman saja.

3. Hudan disitu tidak hanya khusus kepada adam saja namun untuk seluruh anak keturunan ada karena ya'ti menggunakan fiil mudhori sehingga tidak putus pada nabi adam saja. Dan hudan tidak hanya kepada al qur'an saja namun kitab kitab nabi terdahulu juga hudan namun berlaku hanya pada masa kenabian yg bersangkutan.

4. Khaufun itu berkaitan masalah akhirat artinya siapa yg mengikuti petunjuk maka tempatnya disurga dan

5. Yahzanun itu berkaitan d3ngan masalah didunia, ujian, cobaan. Orang orang yg diberi petunjuk tidak akan bersedih hati berkaitan dengan masalah dunia.

Wallahu a'lam bish showab

link: http://quran.ksu.edu.sa/index.php?aya=2_37


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesan, Nasehat dan Wasiat K.H. Ahmad Dahlan

KH. Ahmad Dahlan adalah Pendiri Organisasi Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Selain tokoh masyarakat beliau adalah tokoh nasional. Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Kisah hidup dan perjuangan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadyah diangkat ke layar lebar dengan judul Sang Pencerah. Tidak hanya menceritakan tentang sejarah kisah Ahmad Dahlan, film ini juga bercerita tentang perjuangan dan semangat patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemikiran-pemikirannya yang dianggap bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya pada masa itu, dengan latar belakang suasana Kebangkitan Nasional. Berikut adalah beberapa Pesan, Nasehat dan Wasiat KH. Ahmad Dahlan :


Tulisan ditulis dengan berbahasa arab yang artinya:

"Hai Dahlan, sungguh di depanmu pasti kau lihat perkara yang lebih besar dan mematikan, mungkin engkau selamat atau sebaliknya akan tewas.
Hai Dahlan, bayangkan kau sedang berada di dunia ini sedirian beserta Allah dan dimukamu ada kematian, pengadilan amal, surga, dan neraka. Coba kau piker, mana yang paling mendekati dirimu selain kematian. Mereka yang menyukai dunia bisa memperoleh dunia walaupun tanpa sekolah. Sementara yang sekolah dengan sungguh-sungguh karena mencintai akhirat ternyata tidak pernah naik kelas. Gambaran ini melukiskan orang-orang yang celaka di dunia dan akhirat sebagai akibat dari tidak bisa mengekang hawa-nafsunya. Apakah kau tidak bisa melihat orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu?"


Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan Berkata:
"Mengapa engkau begitu bersemangat saat mendirikan rumahmu agar cepat selesai, sedangkan gedung untuk keperluan persyarikatan Muhammadiyah tidak engkau perhatikan dan tidak segera diselesaikan?"

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


"Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


"Menjaga dan memelihara Muhammadiyah bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena itu aku senantiasa berdoa setiap saat hingga saat-saat terakhir aku akan menghadap kepada Illahi Rabbi. Aku juga berdoa berkat dan keridlaan serta limpahan rahmat karunia Illahi agar Muhammadiyah tetap maju dan bisa memberikan manfaat bagi seluruh ummat manusia sepanjang sejarah dari zaman ke zaman."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


"Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan ke mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan berkata:
"Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian."

"Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


"Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


Tidak Menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain;
tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik;
tidak sombang dan tidak berbesar hati jika menerima pujian;
tidak jubria (ujub, kikir, dan ria);
Mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni;
bersungguh hati terhadap pendirian.

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


Menurut pendapat KH. Ahmad Dahlan, kemunduran umat Islam karena sebagian besar umat Islam terlalu jauh meninggalkan ajaran Islam. Selain itu disebabkan pula oleh kemerosotan akhlak sehingga penuh ketakutan seperti kambing dan tidak lagi memiliki keberanian seperti harimau. KH. Ahmad Dahlan berkata:
"Karena itu, aku terus memperbanyak amal dan berjuang bersama anak-anakku sekalian untuk menegakkan akhlak dan moral yang sudah bengkok. Kusadari bahwa menegakkan akhlak dan moral serta berbagai persoalan Islam yang sudah bengkok memang merupakan tugas berat dan sulit."

Lalu beliau melanjutkan:
"Namun demikian, jika kita terus bekerta dengan rajin disertai kesungguhan, kemauan keras, dan kesadaran tugas yang tinggi, maka insya Allah tuhan akan memberi jalan dan pertolongan-Nya akan segera tiba."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan berkata :
"Hendaklah setiap warga Muhammadiyah jangan tergesa-gesa menyanggupi suatu tugas yang ditetapkan oleh sidang persyarikatan. Telitilah terlebih dahulu keputusan siding yang menetapkan engkau untuk melakukan suatu tugas apakah pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas yang telah engkau sanggupi sebelumnya. Jika itu terjadi, hendaklah kau permudah memenuhi tugas dalam waktu yang tidak bersamaan dengan tugas lainnya, agar engkau tidak mudah mempermainkan keputusan sidang dengan hanya mengirimkan surat atau memberi tahu ketika mendapati waktu pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas lainnya yang telah engkau snggupi sebelumnya."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan Berkata:
"Hendaklah engkau tidak gampang melibatkan diri dalam perebutan tanah sehingga bertengkar dan berselisih, apalagi bertengkar dan berselisih di muka pengadilan. Jika itu engkau lakukan, maka Allah akan menjauhkanmu memperoleh rejeki dari tuhan."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


Suatu ketika, KH. Ahmad Dahlan bertanya kepada anak-anak muda perempuan Muhammadiyah, "Apakah kamu tidak malu jika auratmu dilihat kaum lelaki?" Anak-anak muda perempuan itu serentak menjawab bahwa mereka akan malu sekali jika hal itu terjadi. Kiai lalu berkata: "jika kau malu, mengapa jika kau sakit lalu pergi ke dokter laki-laki, apalagi ketika hendak melahirkan anak. Jika kau memang benar-benar malu, hendaknya kau terus belajar dan belajar dan jadilah dokter sehingga akan ada dokter perempuan untuk kaum perempuan!"

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan Berkata:
"Di masa yang akan datang, anak-anak warga Muhammadiyah tidak hanya akan tersebar di seantero tanah air, tapi akan tersebar ke seluruh dunia. Penyebaran anak-anak muda Muhammadiyah tersebut juga bukan semata-mata karena tugas keilmuan, melainkan juga akibat hubungan perkawinan."

Sumber:
Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


KH. Ahmad Dahlan berkata:
"Jika engkau meminta izin tidak melakukan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan oleh suatu keputusan sidang persyarikatan seperti untuk bertabligh, janganlah engkau meminta izin kepadaku, tapi memintalah izin kepada Tuhan dengan mengemukakan alasan-alasan. Beranikah engkau mempertanggungjawabkan tindakanmu itu kepada-Nya?"

"Jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut karena alasan tidak mampu, maka beruntunglah engkau! Aku akan mengajarkan kepadamu bagaimana memenuhi tugas tersebut. Tapi, jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut hanya karena sekedar enggan, maka tiadalah orang yang bisa mengatasi seseorang yang memang tidak mau memenuhi tugas. Janganlah persoalan rumah tangga dijadikan halangan memenuhi tugas kemasyarakatan!"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Inspirasi

"Rasulullah SAW dan pengemis yahudi buta"

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai

saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu

pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka
kalian akan dipengaruhinya”.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan
membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW
menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah
SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang
membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA
berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan
merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
“Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”.

Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah
dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan
kecuali satu saja”.

“Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana
“, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan
untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis
itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai
menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”.
Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.”
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si
pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu
menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut
setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil
berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang
padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu
telah
tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan
Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian?

Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah
memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,
ia
begitu mulia…. “

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan
Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Subhanallah... 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERBUNG Episode 1

Ada Pelangi Setelah Hujan

Terkadang ada sebagian insan yang tidak menerima ia terlahir dengan keadaannya. Yaa,, itu yang terjadi pada Nisa gadis yang beranjak remaja. Bukan sekedar tak menginginkan bahkan lebih dari itu, Nisa lebih membenci keadaan hidupnya. Ia terlahir dalam keadaan hina lebih hina dari seorang pengemis jalan. Bagaimana tidak sebagian teman pesantren bercerita tentang kebahagian mempunyai seorang ayah sedang nisa, punya saja tidak apalagi bahagia. Sejak saat itu ia mulai berfikir seperti apa mempunyai seorang ayah.
“Ayahku, selalu menuruti permintaanku  Apapun itu”. Sholehah bercerita.
Nisa terdiam tanpa kata sambil memperbaiki jilbabnya yang ia rasa kurang rapi.
“Sholehah,, aku ketoilet dulu ya ??”. Nisa langsung bergegas pergi tanpa menoleh  lagi.
Perlahan air matanya menetes tanpa bisa ia bendung.
“Ya Allah,, apa salahku hingga aku tak mempunyai seorang ayah. Aku iri pada mereka ya Rabb.." Lirihnya. 
Lima belas menit nisa kembali sambil mengusap air matanya yang sembab agar tak terlihat oleh teman-temannya.
“Lama banget nis,, kamu sakit ?” Sholehah bangkit dari duduknya sambil memperhatikan wajah nisa yang sedikit aneh.
“emmm,, g papa Sholehah tadi kelilipan aja mungkin kemasukan debu”..
 “oohh,, tapi kamu g papa kan ?” Tanya Sholehah .
“oohhh,,, g papa..” jawab nisa singkat.
Tepat jam 10 pagi jam kedua santri masuk untuk belajar. Dosen telah menunggu disofa hijau. Sholehah bergegas kedapur untuk mempersiapkan air minum untuk dosen. Sedangkan Nisa mengambil seribu langkah  agar tidak keburu berada diruangan kelas.
Kejadian itu terjadi tepat saat ia duduk dibangku SD Muhammadiyah 2 Pondok Pesantren Tarbiyatul Muballighin. Tak terasa sekarang ia telah melanjutkan sampai Perguruan tinggi negeri terfavorit di Kotanya. Tapi satu yang selalu mengganggu benak pikirannnya. Kerinduannya pada ayah terlebih pada ibunya yang baru beberapa hari berpulang kerahmatullah. Wajar bila bersedih namun ia tak mau larut dalam kesedihannya, masih banyak pekerjaan yang menantinya. Agar semangatnya bangkit lagi diambilnya buku Laa Tahzan karangan  Dr. ‘Aidh al-Qorni. Dibacanya lembar perlembar. BERSAMBUNG

Mampukah nisa membangkitkan kembali semangatkan yang telah pudar. Apa yang akan ia lakukan sepeninggal orang-orang yang ia sayangi untuk selamanya. Nantikan cerbung selanjutnya. Ikuti terus yaa… !!!! SALAM UKHUWAH ISLAMIAH.





           



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Break_Sebentar






lagi Break sebentar... he he he

Ada yang Facebook-an, dengar music dll...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nama Ane Jhumisah Fathimah Az-Zahra. alhmadulillah sekarang lagi kuliah semester 6 Tarakan Kalimantan Utara. beri komentar kalian yaa demi kemajuan blog ane yaa

Powered By Blogger
mhisaakhwatgreen.gmail.com. Powered by Blogger.

Populer

Followers