اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Setelah sekian lama fakum akhirnya terbesit ingin ngepost lagi heheh...mungkin karena terlalu sibuk dengan skripsi sampai lupa bahwa saya punya blog. Maklum skripsi saya agak sedikit bermasalah. Bayangkan aja, perkiraan untuk lulus 3 tahun setengah eh malah jadi 4 tahun. awalnya terbayang seneng sekali jika lulus 3 tahun setengah namun Alloh berkesendak lain. tapi tak mengapa toh akhirnya lulus juga alhamdulillah. cukup sampai disitu kita bahas tentang skripsi yah ukhti hehehe. saya ingin berbagi pengalaman sedikit tentang kisah tentang masa depan seorang gadis. awal kisah bermula.
"MASA DEPAN KARUNIA ALLAH"
Suasana pagi ini cerah sekali. matahari bersinar dengan terang dan udara sejuk terasa sekali karena memang suasana pagi ini jauh dari perkotaan. samping kanan dan kiri tertanam beberapa pohon buahan. jika suatu waktu berbuah maka akan langsung dijual. terbayang betapa segar buahnya ketika dikonsumsi apalagi ketika baru dipanen. tak jauh dari salah satu pohon tersebut, seorang gadis sedang asyik menikmati buah terap khas kalimantan utara. kebiasaan gadis tersebut sedikit berbeda dengan teman sebayanya. ia selalu bertengger diatas dahan pohon sambil menikmati buahan yang telah ia bawa.
"mhisa,,, ayoo makan siang dulu nak". teriakan ibunya sedikit ia dengar namun tak ia gubris karena asyik menikmati buah terap.
"mhisa,,, mhisa,,, kamu dimana nak?". teriakan kedua kali ibunya membuatnya sedikit tersendak.
"Uhukkk,, uhukkk,,". suara tersebut mengagetkan ibu mhisa. sambil mencari sumber suara tadi ia tengok kanan-kiri atas-bawah.
"Ya Alloh nak, sedang apa kamu diatas? ayo lekas turun ntar kamu jatuh nak". kata ibunya.
mhisa bergegas turun dengan cara melompat dari atas dahan karena tak ingin suara lengkingan ibunya yang sangat keras itu memanggilnya lagi.
"Iya mak, maafkan mhisa yahh? tapi lain kali emak kalo manggil jangan terlalu keras suaranya malu dengan tetangga". katanya sambil berlalu menuju rumah yang tak jauh dari tempat ia nongkrong tadi.
"baiklah nak, ibu usahakan heheheh". sahut ibunya.
sesampainya didapur, dibukanya tongko nasi dan lihatnya beberapa potong tahu goreng dan sambel serta tumisan kangsung makanan kesukaan. dalam kejap dilahapnya masakan ibunya yang enak tiada duanya.
(Break dlu yah ntar dilanjut.)
(Break dlu yah ntar dilanjut.)








