Ada Pelangi Setelah Hujan
Terkadang ada sebagian
insan yang tidak menerima ia terlahir dengan keadaannya. Yaa,, itu yang terjadi
pada Nisa gadis yang beranjak remaja. Bukan sekedar tak menginginkan bahkan
lebih dari itu, Nisa lebih membenci keadaan hidupnya. Ia terlahir dalam keadaan
hina lebih hina dari seorang pengemis jalan. Bagaimana tidak sebagian teman
pesantren bercerita tentang kebahagian mempunyai seorang ayah sedang nisa,
punya saja tidak apalagi bahagia. Sejak saat itu ia mulai berfikir seperti apa
mempunyai seorang ayah.
“Ayahku, selalu menuruti
permintaanku Apapun itu”. Sholehah bercerita.
Nisa terdiam tanpa kata
sambil memperbaiki jilbabnya yang ia rasa kurang rapi.
“Sholehah,, aku ketoilet
dulu ya ??”. Nisa langsung bergegas pergi tanpa menoleh lagi.
Perlahan air matanya
menetes tanpa bisa ia bendung.
“Ya Allah,, apa salahku
hingga aku tak mempunyai seorang ayah. Aku iri pada mereka ya Rabb.." Lirihnya.
Lima belas menit nisa
kembali sambil mengusap air matanya yang sembab agar tak terlihat oleh
teman-temannya.
“Lama banget nis,, kamu
sakit ?” Sholehah bangkit dari duduknya sambil memperhatikan wajah nisa yang
sedikit aneh.
“emmm,, g papa Sholehah
tadi kelilipan aja mungkin kemasukan debu”..
“oohh,, tapi kamu g papa kan ?” Tanya Sholehah
.
“oohhh,,, g papa..” jawab
nisa singkat.
Tepat jam 10 pagi jam kedua
santri masuk untuk belajar. Dosen telah menunggu disofa hijau. Sholehah
bergegas kedapur untuk mempersiapkan air minum untuk dosen. Sedangkan Nisa mengambil seribu langkah agar tidak keburu berada
diruangan kelas.
Kejadian itu terjadi tepat
saat ia duduk dibangku SD Muhammadiyah 2 Pondok Pesantren Tarbiyatul
Muballighin. Tak terasa sekarang ia telah melanjutkan sampai Perguruan tinggi
negeri terfavorit di Kotanya. Tapi satu yang selalu mengganggu benak
pikirannnya. Kerinduannya pada ayah terlebih pada ibunya yang baru beberapa
hari berpulang kerahmatullah. Wajar bila bersedih namun ia tak mau larut dalam
kesedihannya, masih banyak pekerjaan yang menantinya. Agar semangatnya bangkit
lagi diambilnya buku Laa Tahzan karangan Dr. ‘Aidh al-Qorni. Dibacanya lembar perlembar. BERSAMBUNG
Mampukah nisa membangkitkan kembali semangatkan yang telah pudar. Apa yang akan ia lakukan
sepeninggal orang-orang yang ia sayangi untuk selamanya. Nantikan cerbung
selanjutnya. Ikuti terus yaa… !!!! SALAM UKHUWAH ISLAMIAH.








.jpg)

